Rif'ah Thahtahwi, Peletak Dasar Pembaharu Islam

Tahtawi lahir pada tahun 1801 di desa Tahta , Sohag, pada tahun yang sama pasukan Prancis mengevakuasi Mesir. Dia adalah seorang Azharite yang direkomendasikan oleh guru dan mentornya Hasan al-Attar untuk menjadi pendeta dari sekelompok siswa yang dikirim Mohammed Ali ke Paris pada tahun 1826. Awalnya dimaksudkan untuk menjadi seorang Imam , atau "pembimbing agama" Islam, dia diizinkan untuk bergaul dengan anggota misi lainnya melalui persuasi tokoh-tokohnya yang berwibawa. Banyak misi mahasiswa dari Mesir pergi ke Eropa pada awal abad ke-19 untuk belajar seni dan sains di universitas-universitas Eropa dan memperoleh keterampilan teknis seperti percetakan, pembuatan kapal, dan teknik militer modern. Menurut memoarnyaRihla ( Perjalanan ke Paris ), Tahtawi mempelajari etika, filsafat sosial dan politik, serta matematika dan geometri. Ia membaca karya Condillac , Voltaire , Rousseau , Montesquieu dan Bézout antara lain selama perjalanannya di Prancis. 

Rifa'ah Rafi' al-Tahtawi ; 1801-1873) adalah seorang Mesir penulis, guru, penerjemah, Egyptologist dan kebangkitan intelektual. Tahtawi adalah salah satu cendekiawan Mesir pertama yang menulis tentang budaya Barat dalam upaya untuk membawa rekonsiliasi dan pemahaman antara peradaban Islam dan Kristen . Ia mendirikan Sekolah Bahasa pada tahun 1835 dan berpengaruh dalam pengembangan ilmu pengetahuan, hukum, sastra dan Mesir Kuno di Mesir abad ke-19. Karyanya mempengaruhi banyak sarjana kemudian termasuk Muhammad Abduh .

Thahthawi mengajak para pembaharu Islam untuk mengembangkan fikih Islam kontemporer agar tetap relevan dengan konteks zaman dan dapat menjawab permasalahan masyarakat modern yang belum pernah muncul sebelumnya.

Tekadnya dalam mempelajari peradaban Barat adalah memberikan yang terbaik bagi bangsa Arab seperti yang dilakukan para pendahulunya dengan mentransfer ilmu dari Yunani, Persia dan India ke dunia Arab.

Thahthawi memiliki cita-cita untuk membawa dunia Arab untuk kedua kalinya ke gerbang kejayaan setelah tersapu oleh sistem feodal monarki Eropa.

Untuk mempersatukan bangsa Arab yang didukung untuk bangkit, sosok pembawa silsilah Nabi Muhammad SAW dari garis Husein memadukan peradaban Timur yang kaya dengan sejarah masa lalu yang gemilang dengan peradaban Timur yang kaya. Salah satunya pada negara Perancis. Buah pemikirannya dituangkan dengan indah dalam karya besarnya yang berjudul Takhlish al-Ibriz fi Talkhish Bariz.

Dalam bukunya, Thahthawi memberikan gambaran tentang penyebab kemajuan Prancis, dan mengajak orang-orang Arab untuk mengikuti jalan yang sama dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sebagai pijakan yang kokoh.Setiap Muslim harus menjalankan ideologi moderat, tetapi tidak mengabaikan hukum Islam, yang telah menjadi harga mati.

Sebagai hasil dari petualangannya di masa mudanya, ia menerjemahkan lebih dari 12 teks bahasa Prancis, baik dalam bentuk artikel maupun buku.
Sumber:
https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Rifa'a_al-Tahtawi?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=ajax,nv,tc,sc,elem,se

Postingan populer dari blog ini

Mustafa Lutfi al-Manfaluti

"Sastra Mahjar ( Tokoh dan Karyanya)"

Yusuf Idris