Menganalisis Puisi/Syair
Analisis stalistika dalam puisi شوقي (kerinduanku)
Karya Risca Aprilianti
Risca Aprilianti
( Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang)
Email: riscaaprilianti@gmail.com
Abstrak
Setiap orang pastinya memiliki rasa rindu, entah rindu dengan kekasih, orang tua, dan lain-lain. Rasa rindu berada dalam diri manusia yang di dalamnya terdapat keinginan untuk bertemu dengan orang yang dirindukan. Rasa rindu akan terobati bila kita sudah berhadapan langsung dengan siapa yang dirindukan.
Namun untuk menaklukan rasa rindu bukan berarti kita harus bertemu secara langsung dengan orang yang dirindukan. Kita dapat mengungkapkannya melalui sebuah puisi agar rasa rindu itu bisa hilang. Puisi yang harus dibuat adalah puisi rindu yang memiliki makna yang sangat mendalam sesuai dengan isi hati.
A. Pendahuluan
Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga dikenal sebagai seni tertulis yang isinya merupakan ungkapan pikiran, perasaan, mengandung pesan, dan bahasanya indah.
Stilistika atau ilmu gaya bahasa merupakan cabang ilmu linguistik yang memfokuskan diri pada analisis gaya bahasa. Stilistika sendiri diambil dari kata dalam bahasa Inggris yakni style atau gaya dalam bahasa Indonesia. Kajian mengenai gaya bahasa dapat mencakup gaya bahasa lisan, tetapi stilistika cenderung melakukan kajian bahasa tulis termasuk karya sastra. Stilistika mencoba memahami mengapa si penulis cenderung menggunakan kata-kata atau ungkapan tertentu. Misalnya, gaya bahasa calon presiden dapat dibandingkan dengan calon presiden lainnya, atau gaya bahasa seorang penyair dapat dijabarkan berdasarkan pilihan kata dan ungkapan yang digunakannya.
B. Ranah Kajian Stalistika
Stilistika merupakan ilmu yang mempelajari gaya seseorang dalam menyatakan maksud dengan media berupa bahasa. Aminudin (1995: 44) menjelaskan bahwa kajian stilistika dapat meliputi kata-kata, tanda baca, gambar, serta bentuk tanda lain yang dianalogikan sebagai kata-kata.
Selanjutnya Nurgiyantoro (2014: 152) menyatakan bahwa stilistika mengkaji beberapa unsur, diantaranya yaitu unsur bunyi, leksikal, struktur, bahasa figuratif (pemajasan) dan sarana retorika (penyiasatan struktur), citraan, dan kohesi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa unsur pada kajian stilitika meliputi unsure bunyi, leksikal, struktur, bahasa figuratif dan sarana retorika, citraan, dan kohesi.
1. Fonologi menurut bahasa berasal dari kata fon (bunyi) dan logi (ilmu). Menurut istilah fonologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari bunyi bahasa secara umum. Fonologi terbagi menjadi 2 yaitu Fonetik dan Fonemik. Adapun contoh fonologi yaitu :
Kata pola yang membedakan /o/ dan /u/ pula
Diftong ai yaitu pantai, santai, petai, lantai
2. Morfologi adalah salah satu cabang linguistik atau ilmu bahasa yang menyelidiki seluk-beluk struktur internal kata dan pengaruh perubahan struktur tersebut terhadap arti dan golongan kata. Struktur internal kata terdiri dari satuan-satuan gramatik terkecil yang disebut morfem. Oleh karena itu, objek kajian terbesar dalam morfologi ialah kata, sedangkan objek kajian terkecilnya adalah morfem.
3. Sintaksis adalah cabang ilmu linguistik yang mengkaji seluk-beluk tata bahasa dalam satuan kalimat. Pengertian tersebut sejalan dengan pendapat Ramlan (2009, hlm. 1) yang mengungkapkan bahwa sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa.
4. Semantik adalah studi bahasa yang mengkaji tentang hakikat suatu makna. Dalam ranah ini sebuah teks dikaji akan dianalisa melalui aspeknpemaknaannya. Tujuan semantik dalam kajian stilistika adalah untuk mengetahui hakikat pemaknaannya.
5. Imagery adalah sarana pengungkapan bahasa yang berorientasi pada aspek Balagho. Melalui aspek ini, akan terungkap dan tergambar eksploitasi yang terkandung dalam sebuah ungkapan. Dalam literatur arab aspek atau kajian ini dinamakan taswir
C. Analisis Stalistika dalam Puisi Kerinduanku
شوقي Kerinduanku
دع أنفاسي تخبرنا عنك
Biarlah nafasku bercerita tentangmu
اجمل القوافي اسمك يا امي
Bersajak indah memanggil namamu Ibu..
أفتقدك كثيرا
Aku teramat merindukanmu
حقا أفتقدك يا أمي
Sangat-sangat rindu padamu Bu...
في الليل المظلم لدي اسم يا أمي
Di malam nan gelap ada satu nama ku sebut, Ibu
المسافة هي الفصل بين شوقي وشوقي للقاء
Jarak menjadi pemisah rinduku dan rindunya bertemu.
الوقت الذي يمر يجعل هذه الأخطاء تتراكم أكثر
Waktu yang berjalan membuat rindu ini semakin bertumpuk.
أم
Ibu...
دع هذا يفتقدني أنا التسميد أولا
Biarlah rindu ini ku pupuk dulu
حتى يحين الوقت يسمح لنا الخالق أن نلتقي
Hingga sampai waktu Sang Pencipta mengizinkan Kita akan bertemu
وأنا أرتدي السعادة حول رقبتك
Dan ku kalungkan bahagia di lehermu
Dalam puisi شوقي Kerinduanku ini terdapat 3 bait namun dalam bait puisi tersebut memiliki baris yang berbeda pada bait pertama dan ketiga memiliki 4 baris dan pada bait ke 2 memiliki 3 baris . Ranah imagery yang ditemukan dalam puisi ini yaitu personifikasi pada bait pertama dan ketiga (Biarlah nafasku bercerita tentangmu) dan ( Dan ku kalungkan bahagia di lehermu). Disetiap bait puisi diatas terdapat akhiran yang sama seperti pada bait pertama dan kedua.
اجمل القوافي اسمك يا امي, حقا أفتقدك يا أمي
Puisi ini merupakan puisi tentang anak yang sangat merindukan ibu nya, pada puisi ini disebutkan 2 kali kata امي (ibu) dalam bait pertama yang berarti ia sangat merindukan ibu nya yang jauh dari ia. Dalam puisi ini, penyair ingin memainkan tempo sedang, tidak lambat dan tidak terlalu tergesa-gesa untuk setiap baitnya. Tempo ini digunakan dengan tujuan agar pembaca dalam membaca dapat merasakan isi dari tiap bait yang disajikan.
Dapat disimpulkan bahwa dalam puisi yang berjudul شوقي ini merupakan puisi yang berisi kerinduan anak kepada seorang ibu yang sangat ia rindukan yang jauh dari ia. Perasaan rindu biasanya muncul ketika kita sudah lama tak bertemu atau berjumpa dengan seseorang. Dan untuk menuangkan isi hati kita akan rasa rindu yang teramat sangat merindukan seseorang kita bisa mengungkapkannya melalui sebuah puisi.
Referensi:
Chaer, Abdul. 2015. Sintaksis Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Rineka Cipta
Kushartanti, et.al., ed. (2009). Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Gramedia Pustaka Utama. p. 232. ISBN 9789792216813.
Richards, J.C. dan W.A. Renandya, ed. (2002). Methodology in Leanguage Teaching: An Anthology of Current Practice. Cambridge: Cambridge University Press.