"Perkembangan dan Faktor-Faktor Kebangkitan Sastra Masa Modern"

1. Sejak Kapan Disebut Era Modern Dalam Sastra Arab?
Sejarah kesusastraan Arab Modern dimulai dari akhir Perang Dunia Pertama, khususnya mulai dari tahun 1920, yaitu ketika lepasnya beberapa Negara Arab dari pemerintahan kolonialisme. Pertama-tama adalah Irak yang merdeka menjadi sebuah kerajaan pada tahun 1921, kemudian Mesir yang berhasil memproklamasikan sebuah konstitusi baru, yaitu pada tahun 1923, setelah pemerintah Inggris berakhir pada tahun 1922, lalu Libanon yang berhasil mendeklarasikan dirinya sebagai Negara Republik pada tahun 1926, dan setelah itu, negara-negara Arab lainnya.
Kesusastraan Arab pada masa Modern lebih kaya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya dibandingkan dengan masa Kebangkitan. Tema-temanya lebih bervariasi dan pada masa Modern dan orang Arab lebih terbuka terhadap pengaruh-pengaruh eksternal, baik dari Timur maupun dari Barat. Terjemahan karya-karya sastra dari para pengarang dan penyair besar masa klasik dan modern dapat diperoleh orang-orang Arab dalam kemasan yang bagus dan kuat. Minat universitas-universitas di Eropa dan Amerika terhadap kesusastraan Arab modern sama baiknya dengan universitas-universitas Arab.
Selain itu juga, terdapat majalah-majalah, surat kabar-surat kabar, buku- buku arab yang membicarakan aliran-aliran sastra. Para wanita penulis pun mulai memperluas pendidikannya dalam jumlah yang besar. Adanya pengaruh barat dalam kasusastraan Arab modern yang menimbulkan berbagai aliran sastra seperti romantisme, realisme, simbolisme,eksistensialisme, dan ekspresionalisme dalam tingkat yang berbeda. Pengaruh ini tidak saja dalam subyek dan isinya, tapi juga dalam bentuk dan gayanya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai genre dan gayanya. Namun demikian, sastra klasik pun masih terasa, meski secara bertahap mengalami penurunan.

2. Wilayah Mana Saja Yang Disebut Titik Awal Perkembangan Sastra Arab?
Pada masa modern ini kasusastraan arab mendapatkan banyak pengaruh dari Barat, dikarenakan adanya penduduk bangsa arab yang hijrah ke negara- negara Barat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Sastra Arab Mahjar( diaspora). Pengaruh ini tidak hanya dalam subyek dan isinya, melainkan dalam bentuk dan gayanya. Akan tetapi, tidak diragukan lagi bahwa kasusasraan pada masa modern ini lebih kaya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya dibandingkan dengan masa kebangkitan. Para wanita penulis pun mulai bermunculan pada masa modern ini sampai sekarang.

3. Di Bawah Kekuasaan Siapa Mesir Sebelum Masuknya Prancis ? Berapa Lama Ia Di Bawah Kuasa Penjajah ? Kapan Ia Merdeka
Mesir meraih kemerdekaan dari Inggris. Mesir negeri yang memiliki peradaban kuno berusia lebih dari 8.000 tahun. Dua puluh tahun setelah lahirnya Islam, agama yang disampaikan Nabi Muhammad itu berkembang di Mesir, bahkan sempat menjadi pusat keilmuan kaum muslimin. Pada 1798, tentara Napoleon mendarat di Alexandria dan sejak itu dimulailah pendudukan Prancis atas Mesir. Pada 1801, pasukan gabungan Inggris dan Turki mengusir Prancis, dan dimulailah penjajahan Inggris atas Mesir. Pada 1922 Mesir meraih kemerdekaan, tapi tetap di bawah protektorat Inggris.

4. Ceritakan bagaimana Prancis Bisa Membina Mesir Hingga Bangkit dan Menjadi Modern ?
Pendudukan Perancis berlangsung sekitar 3 tahun dari tahun 1798 sampai tahun 1801 dan Napoleon Bonaparte, salah satu Jenderal Perancis, merupakan salah satu individu yang merintis ekspedisi untuk menduduki Mesir. Meskipun durasi pendudukan relatif pendek, mayoritas sarjana Barat mempertahankan klaim bahwa pendudukan itu memiliki banyak efek positif pada Mesir, termasuk usaha modernisasi Mesir. Salah satu pernyataan mereka adalah bahwa Mesir modern yang tidak dapat dipahami tanpa Bonaparte.
Pernyataan tersebut menimbulkan kesan bahwa penguasaan bangsa Eropa telah mendorong perubahan sosial di Mesir dan dalam hal ini Prancis telah mendorong modernisasi dan kemajuan Mesir. Pernyataan ini merupakan persoalan inti yang perlu ditinjau kembali untuk menguji validitas klaim Barat tersebut dan sejauh mana dampak positif pendudukan serta untuk menentukan apakah perubahan yang dibawa oleh Perancis itu dimaksudkan mengembangkan Mesir yang dikatakan mengalami penindasan dan penganiayaan di bawah pemerintahan Mamluk.
Pemerintah Turki Ustmany mulai pudar pengaruhnya pada abad ke-18 dan ini menyebabkan kekacauan atas Mesir karena tidak efektifnya pemerintahan setempat. Pemerintah di Istanbul tidak bisa memberikan banyak perhatian terhadap administrasi di Mesir pada saat itu karena keterlibatannya dalam perang berkelanjutan dengan Rusia dan Austria. Mamluk Beys adalah kelompok yang paling berpengaruh di Mesir menjelang abad ke-18 dan masing-masing memerintah daerah masing-masing. Mereka bertentangan satu sama lain di luar kepentingan diri sendiri dan akhirnya menyebabkan kesejahteraan rakyat untuk diabaikan sementara penindasan tersebar luas .
Secara keseluruhan, mayoritas masyarakat di Mesir hidup di bawah tingkat kemiskinan serta banyak tinggal di daerah pedesaan dan hanya mengelola bidang pertanian. Masyarakat petani selalu tertindas serta dibebani oleh berbagai pajak tinggi yang dikenakan oleh Multazim sebagai bagian dari pemerintahan Mamluk. Tidak ada mekanisme monitoring atau kontrol yang ketat dari pemerintah pusat terhadap kegiatan Multazim ini dan kemudian memperburuk kehidupan petani.

Kondisi secara keseluruhan masyarakat di Mesir sebelum kedatangan Perancis tidak baik. Mesir menghadapi berbagai masalah internal yang menyebabkan negara mudah ditundukkan oleh kolonial Perancis. Meskipun Mesir pernah menjadi pusat intelektual dan kebudayaan Islam, masalah internal kemudian memburukhingga menjadi sasaran empuk bagi penaklukan Barat, khususnya Prancis
Tak bisa dipungkiri bahwanPrancis telah memperkenalkan beberapa ide-ide baru, yang mendorong reformasi nyata bagi masyarakat Mesir, khususnya dalam pengetahuan dan kemajuan teknologi semasa pemerintahan Muhammad Ali Pasha, 3 tahun setelah Perancis mundur. Pasha telah bekerja dengan rajin untuk memajukan Mesir sebagai negara yang tertinggal dalam pengetahuan dan kemajuan teknologi dibandingkan dengan prestasi Barat. Pasha telah menetapkan pembenahan dan reformasi di berbagai bidang seperti militer, pendidikan, pertanian, industri, perdagangan, transportasi dan sebagainya. Dengan demikian, tidaklah mengherankan bahwa Pasha menjadi dikenal sebagai bapak modern Mesir. Namun demikian, pendudukan Perancis telah membawa dampak sosial yang merugikan daripada efek positif terhadap negara dan rakyat Mesir karena setiap reformasi dan pembangunan yang dilaksanakan tidak dalam kepentingan rakyat



Sumber:
1. Sutisumarga, Males. 2001.Kasusastraan Arab Asal Mula dan Perkembangannya.Jakarta: Zikrul Hakim
2.https://www.kompasiana.com/isharyanto/prancis-pengaruhnya-terhadap-mesir_552e25e06ea834c20d8b457d
3.https://m.mediaindonesia.com/humaniora/94254/1922-mesir-merdeka


http://www.radenfatah.ac.id
http://www.radenfatah.ac.id

Postingan populer dari blog ini

Mustafa Lutfi al-Manfaluti

Yusuf Idris

"Sastra Mahjar ( Tokoh dan Karyanya)"