Sastra dengan pendekatan ekstrinsik dan intrinsik (tema makalah 6)
• Pendekatan yang terdapat pada Studi Sastra
1). Studi Sastra dengan Pendekatan Ekstrinsik.
Yang paling sering dibahas dalam kajian studi sastra ialah latar (setting), lingkungan (environment), dan hal-hal yang bersifat eksternal lainnya. Metode ekstrinsik ini tidak hanya tebatas pada studi sastra lama, akan tetapi juga dapat diterapkan pada kesusastraan modern. Adapun istilah historis yang seringkali kita dengar dalam setiap kajian ilmu sastra, ia tidaklah mengacu pada sastra lama saja, namun juga yang berkaitan dengan perubahan sastra sesuai dengan perubahan waktu suatu permasalahan sejarah.
Adapun cakupan dari pendekatan ekstrinsik ini cukup luas, diantaranya adalah :
a. Sastra dan Biografi
b. Sastra dan Psikologi
c. Sastra dan Masyarakat
d. Sastra dan pemikiran
2).Pendekatan Instrinsik
a. Gaya dan Stilistika
Karya sastra hanyalah seleksi dari beberapa bagian dari suatu bahasa tertentu. F.W Bateson mengemukakan bahwa sastra adalah bagian dari sejarah umum bahasa dan sangat tergantung dengannya. Dalam tesisnya ia menyatakan : “ Pengaruh zaman pada sebuah puisi tidak dapat dilihat dari penyairnya, tapi dari bahasa yang dipakainya”. Stilistika tidak dapat diterapkan dengan baik tanpa dasar linguistic yang kuat, karena salah satu perhatian utamanya adalah kontras sistem bahasa karya sastra dengan penggunaan bahasa pada zamannya. Manfaat stilistika yang sepenuhnya bersifat estetis.
b. Sejarah sastra
Seperti namanya, sejarah sastra dibentuk memang untuk mempelajari bagaimana kesejarahan dari kesusastraan tersebut. Teori, kritik, dan sejarah sastra merupakan aspek-aspek yang tidak dapat dipisahkan, keberadaan mereka cenderung mirip antara satu dengan yang lainnya.