Puisi dan Unsur-unsur Pembangunnya (tema makalah 8)

•Pengertian Puisi
Secara etimologi, kata puisi dalam bahasa yunani yaitu poesis yang artinya penciptaan.  Adapun puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna.
puisi ini terdiri dari puisi lama dan puisi baru. puisi lama adalah pantun dan syair. sedangkan puisi baru tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya, sehingga puisi baru disebut puisi bebas.
•Adapun unsur-unsur Pembangunnya terdiri dari 2 yaitu:
1). Unsur Intrinsik puisi
      a. Tema: Dasar seorang penyair dalam membuat puisinya.
      b. Rasa: Merupakan perasaan sang penyair ketika menulis atau membaca puisi. perasaan tersebut akan berpengaruh besar terhadap intonasi dan pembawaan penyair dalam membacakan puisinya.
      c. Gaya Bahasa: Merupakan pemilihan kata atau diksi untuk menunjukkan keindahan dalam suatu puisi dan untuk memberikan efek seribu makna pada puisi yang dibuat oleh penyair.
      d. Imajinasi: Merupakan gaya pembawaan dalam pembacaan puisi dimana sang penyair akan larut dalam puisinya. gerak tubuh seakan-akan mengikuti puisi tersebut tanpa disadari dan dipersiapkan sebelumnya. 
      e. Rima dan Irama: Rima merupakan pemilihan kata pada bagian akhir baris puisi. sedangkan irama adalah intonasi atau naik turunnya bunyi dalam membaca sebuah puisi.
       f.  Amanat: Merupakan pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pendengar atau pembaca puisi. amanat dalam puisi tidak bisa diprediksikan karena satu puisi dapat memiliki berjuta amanat.

2). Unsur Bahasa Puisi
Puisi memiliki beberapa unsur kebahasaan yang digunakan untuk manambah indah dan membuat makna lebih dalam.
a. Tipografi: Merupakan bentuk tulisan puisi tersebut. menjadi hak penyair bagaimana puisinya ditulis. apakah rata tengah, rata kanan, dibentuk hati, dibentuk daun, atau dibentuk benda lainnya. Tipografi juga menambah dalam makna dalam sebuah puisi.
b. Diksa: Merupakan pemilihan kata dimana seorang penyair akan memilih kata yang tepat dan memiliki seribu makna untuk mewakili perasaannya.
c. Konotasi: Merupakan makna yang tidak sebenarnya atau tidak sesuai dengan arti kata dengan kamus. contoh :’hatiku seperti terbakar’. jika makna terbakar aslinya adalah terkena api. maka makna terbakar dalam kutipan tersebut adalah sangat marah sekali. 
d. Lambang/ Simbol : Sebuah kata biasa untuk menyembunyikan makna sesungguhnya dari puisi tersebut. contoh ‘ini sisirku’. sisir melambangkan sebuah kebanggan bagi sang penyair.
e. Rima: Merupakan pemilihan kata yang bisa memperindah bunyi apabila dibacakan. contoh : hatiku akan sedih melihatmu terlatih diujung rintih.
f. Majas: Merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam puisi. total kesulurhan majas  adalah 54 buah. majas yang paling sering muncul dalam sebuah puisi, yaitu metafora  ( majas perbandingan langsung contoh perasaanku jernih seperti embun pagi), simile (majas yang menggunakan kata bagai, seperti , bak, dan sejenisnya, contoh: kau cantik seperti bidadari), personifikasi (majas memanusiakan benda mati, contoh: batu itu berbicara), dan hiperbola (majas melebih-lebihkan, contoh :perutku teramat amat sakit).
g. Pencitraan: Merupakan makna atau gambaran yang didapatkan melalui kata yang digunakan yang seakan-akan indra dari pembaca atau pendengar juga melakukan apa yang terdapat dalam puisi. pencitraan dalam puisi terbagi menjadi pencitraan pendengar, penglihat, pengecap, pembau dan gerak.
           

Postingan populer dari blog ini

Mustafa Lutfi al-Manfaluti

Yusuf Idris

"Sastra Mahjar ( Tokoh dan Karyanya)"