Pendekatan Karya Sastra (tema makalah 10)
• Pengertian Karya Sastra
Karya sastra lahir oleh dorongan manusia untuk mengungkap diri tentang masalah manusia, kemanusiaan, dan semesta. Karya sastra adalah pengungkapan masalah hidup, filsafat dan ilmu jiwa, Sastrawan dapat dikatakan sebagai ahli ilmu jiwa dan filsafat yang mengungkapkan masalah hidup, kejiwaan bukan dengan cara teknis akademik, melainkan melalui karya sastra.
• Pendekatan Karya Sastra
karya sastra memiliki berbagai macam pendekatan untuk mengkajinya. Mengakaji karya sastra, tidaklah cukup hanya berpedoman pada pengaranganya atau karya itu sendiri, karena karya sastra masih memiliki unsur lain, yaitu dunia karya sastra, pembaca karya karya sastra dan latar belakang pengarangnya. Analisis, bagaimanapun merupakan proses pembongkaran entitas yang memerlukan metode yang ketat. Sedangkan Pendekatan merupakan alat untuk menangkap realita atau fenomena sebelum dilakukan kegiatan analisis atas sebuah karya.
1. Pendekatan berorientasi pada teks atau objektif
Pendekatan objektif dapat dikategorikan kedalam beberapa jenis, diantaranya:
a. Filologi
b. Retorika dan stilistika
c. Formalism dan strukturalisme
d. Semiotika dan Dekonstruksi
2. Pendekatan berorientasi pada pengarang atau ekspresif
Pendekatan ini melihat pada kemampuan seorang pengarang dalam melahirkan suatu karya sastra.
Pendekatan berorientasi pada penulis dapat dibagi dalam tiga pembahasan, yaitu: kritik biografi, kritik psikoanalitik dan fenomenologi
a. Kritikbiografi
Pendekatan biografi menganggap bahwa setiap karya sastra selalu dipengaruhi oleh latar belakang penulis. Baik dalam bentuk diksi, jalan cerita ataupun konteks dalam karya sastra itu sendiri. Biografi atau latarbelakang penulis secara tidak langsung mempengaruhi pada karya yang ditulisnya.
b. Pendekatan psikoanalitik
Psikoanalitik merupakan sebuah kritik sastra yang kadang-kadang berkaitan dengan penulis, terutama mencoba untuk menjelaskan aspek-aspek psikologis umum dalam teks yang tidak selalu berhubungan dengan penulis secara eksklusif.
c. Fenomenologi
Pendekatan ini berasumsi bahwa penulis hadir dalam teks dalam bentuk disandikan dan jiwanya dapat dihidupkan kembali oleh membaca intensif karya lengkapnya. Pendekatan ini beranggapan bahwa dari sebuah karya sastra dapat di ketahui karakteristik penulisnya.
3. Pendekatan berorientasi pembaca atau pragmatik.
Pendekatan pragmatik berorientasi pada pembacanya, artinya suatu karya sastra dikatakan berhasil apabila bisa memberikan kesenangan dan nilai di dalam suatu karya sastra. Perasaan seorang pembaca akan melahirkan katarsis dari bacaan yang sudah dibacanya, sehingga pembaca mampu melahirkan suatu karya lain dari karya yang sudah dibacanya. Pembaca karya sastra juga dapat kita klasifikasikan kembali, yaitu pembaca yang memang sudah memahami bahasa sastra dan pembaca awam yang belum memahami bahasa sastra.
4. Pendekatan berorientasi kontekstual atau mimesis
Pendekatan ini bertolak dari pemikiran bahwa karya sastra merupakan refleksi kehidupan nyata. Hal ini terwujud berkat imajinasi pengarang , sehingga mampu merefleksikan kehidupan atau alam. Pendekatan mimesis pengarang berusaha melukiskan dunia nyata ke dalam bentuk karya sastra, sehingga pembaca yang membaca menggunakan pendekatan mimesis ini, haruslah memandang suatu karya sastra yang dibuat oleh seorang pengarang merupakan refleksi dari kehidupan yang coba dilukiskan oleh pengarang.